Tags

, , , , , , , , , , , , , , ,

Sebagai seorang perantauan dari daerah, tentu fimiliar sekali dengan kata2 “Balik ke Jawa.., dari Jawa ya…, atau kapan ke Jawa. Kata2 / kalimat tersebut sering kita jumpai sehari-hari bagi kita yg tinggal di perantauan terutama Jakarta.

Apalagi kalau ada hari libur atau menjelang hari raya terutama Hari Raya Idul Fitri. Kalimat/kata2 itu sering sekali terdengar terutama dari orang2 asli warga Jakarta ditujukan ke orang2 perantauan yang akan pulang kampung.

Ngga tahu istilah  Balik ke Jawa.., dari Jawa ya…, atau kapan ke Jawa… itu asalnya dari mana. Setiap kali ada warga pendatang hendak pulang ke / balik dari daerahnya (apa itu dari Surabaya, Jogja, Semarang, Solo, Brebes, Tegal, atau Cirebon) selalu dikatakan dari Jawa. Bisa ngga sih kata2nya dirubah jadi : Pulang ke Brebes kapan.., baru balik dari Semarang ya.. dll

Sadar ngga sih kalo Jakarta itu berada di pulau Jawa? Apa emang Jakarta sudah bukan bagian dari pulau Jawa ?

Salah kaprah atau emang Kaprah yang salah…