Tags
Masih ingat sandiwara radio Saur Sepuh (SS) ? Diera 80-an sandiwara ini banyak digemari dan ditunggu2 setiap orang. Walaupun gelombang radio (AM) pada saat itu ga begitu jelas, tapi selalu kita ikutin jalan ceritanya. Pada saat itu radio2 yg memutar SS, yg episodenya sudah lebih jauh, lebih banyak didengar. Kalo ditempatku (Brebes) waktu itu kalo ngga salah setiap jam 5 sore, ada pula yang memutar sekitar jam 3.30 sore. Wah pokoknya kalo ingat masa2 kecil dulu sungguh seru. Banyak sekali serial sandiwara radio, namun yg paling populer pada saat itu Saur Sepuh.
Ini ada sedikit tokoh2 yang berada di balik sandiwara SS tersebut :
Brama Kumbara (Ferry Fadli), kepala Kerajaan Madangkara, tipe lelaki welas-asih, jujur, menarik, dan ksatria dalam arti sebenarnya. Punya 2 ajian ampuh: Lumpuh Lampah dan Serat Jiwa. Dialah generasi pertama Madangkara. Belakangan tak terberita ke mana ia pergi.
Harnum (Ade Yulia), isteri resmi Brama. Tipe wanita lincah, centil, supel, tapi sayang suami.
Paramitha (Maria Untu), sangat keibuan, dan memegang teguh kesetiaan. Ibu 2 anak ini yang kemudian diperistri Brama, lantaran sang ksatria menaruh belas-kasihan melihat nasibnya yang terlunta-lunta, serta kehilangan suami.
Garnis (Anna Sambayon), putri sulung Pramita. Kecantikan dan kejujurannya persis ibunya, tapi sifatnya lebih mirip Mantili.
Raden Bentar (Petrus), putra bungsu Pramita, pewaris segala sifat ayah tirinya, yakni Brama. ialah sentrum cerita, dengan petualangan membasmi kejahatan, menegakkan keadilan. dari dia pula, pesan moral cerita terwakili. Petualangannya sampai ke negeri Tibet, mencari Biksu Kampala.
Astagina, guru Brama. Dalam lakon ini tak banyak dibicarakan.
Biksu Kampala, terpaksa mengarungi lautan karena ingin menjajal kesaktian Brama. Pertempuran antar keduanya berakhir dengan jalinan persahabatan. Atas dasar sikap saling mnyegani itulah, Biksu Kampala berniat mengangkat murid Bentar, setamat dari ajaran Brama.
Mantili (Elly Ermawatie), adik tiri Brama (seibu namun lain ayah). Tipe wanita lincah, periang, suka petualang, berilmu tinggi, namun keras kepala. Sekalipun, jiwa welas-asihnya tak bisa hilang. Budinya terlalu baik untuk berbuat jahat, meski terkadang muncul sifat urakannya. Senjatanya Pedang Setan dan Pedang Perak.
~ Setelah selesai perawatan, Brama memasukkan ajian Sri Gunting kepada Mantili, yang kemudian dijadikan pukulan pembalas kepada Lasmini.
R. Samba (Edi Dhosa), bekas tunangan Mantili. Jalinan cintanya dengan Mantili tak berlanjut, lantaran kedua pihak sama-sama keras kepala.
Gotawa (Lukman), posisi sebenarnya wakil Brama dalam pemerintahan Madangkara. Ia suami yang baik buat Mantili. wawasannya luas, dan menghadapi Mantili, ia lebih banyak ngemong. Ksatria penurut, serta suami yang baik.
Paksi Jaladara (Bambang Jeger), putra tunggal pasangan Mantili-Gotawa. Dialah calon jagoan bermodalkan karakter tinggalan ibunya. Namun tanda-tanya besar masih menggantung di atasnya, mau jadi apa dia kelak?
Bongkeng (Bahar Mario), bekas perampok yang ditundukkan oleh Mantili. Kemudian, ia pun jadi abdi yang baik wanita ini. Ya, menemani kemana-mana, ya mengulurkan tangan selagi mantili mengalami kesulitan.
Lasmini (Ivone Rose), wanita pemuja kemurkaan dari Gunung Lawu. Ia berambisi besar menghancurkan Kerajaan Madangkara sampai ke akar-akarnya. Mulai dari Brama, Mantili, Bentar, bahkan Paksi Jaladara. Kadang-kadang tanpa kecermatan, dan nafsu jahatnya tercampur dengan rasa simpati. Asala tahu saja ia naksir Brama.
~ Pertempuran pertama, Lasmini cundang. Perjumpaan kedua, Mantili terluka hebat, dan harus dirawat selama seminggu, akibat hempasan Cipta Dewa, ilmu andalan Lasmini. Ajian hebat ini ditemukannya dari hasil kombinasi 2 ilmu andalan Brama – Lumpuh Lampah dan Serat Jiwa – serta ilmu hasil contekan dari kakak-beradik Kijara-Lugina, waringin Sungsang.
Kijara (Idris Apandi), semula begitu gigih menempur Kerajaan Madangkara. Setelah takluk oleh Brama, ia justru bersahabat. Meski sesekali kumat lagi, lantaran hasutan dari Lasmini yang sering ditemuinya.
Lugina (Iwan), adik sperguruan Kijara, ikut bahu-membahu menempur Brama. Akhirnya – bebarengan dengan abangnya – tewas di tangan Biksu Kampala. Persoalannya karena salah paham saja, sebetulnya Kampala yang turun gunung dan menyeberang lautan karena ingin menjajal Brama, langsung ketemu Kijara-Lugina, yang telah bershabat dengan Brama. Karena merasa harus membela raja yang sudah menaklukkannya itu, kedua jagoan yang sudah tobat ini memerangi Kampala. Dan kalah, tewaslah keduanya.
Pasopati, tak banyak diceritakan. Ia seorang pertapa, yang mengangkat murid kakak beradik Kijara dan Lugina. Setelah menurunkan Ilmu Waingin Sungsang, ia dikhianati. Ajian hebat inilah yang dipakai 2 bersaudara seperguruan itu buat menempur Brama. Dengan Waringin Sungsang, Kijara dan Lugina berhasil mengalahkan Brama. Tapi belakangan, Raja Madangkara memukul balik keduanya, dengan ajian Serat Jiwa.
Aki Kolot (Harry Akhiq), menolong Lasmini dari kekalahan bertanding melawan Mantili, kemudian mengangkat murid. Tokoh ini tak ketahuan asal-usulnya, sebagaimana tipologi kejahatannya tak begitu kentara.
Anjani (Novia Kolopaking), putri tunggal Lasmini dari ayah yang tak ketahuan juntrungannya. Gadis ini kasihan sebenarnya. Di satu pihak, karakternya tak begitu jahat. Tapi, di lain pihak ibunya begitu indoktrinatif menanamkan kebencian dan angkara murka. Alhasil simpatinya pada Bentar, bercampur-baur dengan sikap permusuhan yang dihembuskan ibunya.
~ Setelah Mantili undur diri buat bertapa, Lasmini makin malang-melintang, dan jadi musuh utama dinasti Brama. Baik secara sendiri, melalui tangan Anjani, ataupun menggunakan tangan-tangan para cecunguk tak jemu-jemu merongrong Bentar.
~ Tanda tanya pun muncul disini. kalau mungkin kisah asmara antara Anjani dan Bentar bisa diulur-ulur lebih dramatis. Sekaligus, situasi setiap saat membenturkan Anjani pada kebimbangan. (diambil dari komunitas 80-an)
mas punya film 80an atau film saur sepuh mas saya ini penggemar berat film 80an kalau bisa saya minta filmnya mas
terima kasih
Kok, masih pada inget Saur Sepuh ya, padahal udah lama tuh, ingetannya bagus e……………
mas ada filmnya saur sepuh ga kalau ada kirim mas ke email saya ??
lampung_indonesia@yahoo.com
filmnya ga punya mas..
kalo ada malah pengen nyari kasetnya…
Mas … salam kenal sebelumnya …
Dulu sempat demen banget ma sandiwara radio yang satu ini ….. Berkenan share MP-3 saur sepuhnya ke email zhibond_01@yahoo.com …
Trims Mas …
aku pingin filmnya ni yang dari episode 1-5, ada yang punya ga? kabari ke emailku ya kalo panjenengan2 sekalian punya. Matursuwun…..
salah tuh mas kalo kalo brahma kumbara ngalahin kijara lugina dengan ajian lampah-lumpuh bukan ajian serat jiwa
saya ingin koleksi album drama radio saur sepuh….tapi mesti pesan atau beli kemana yach…barang kali ada yang punya koleksinya saya ingin punya mengingat masa kecil saya …… dengan suar khas mas ferry padli….yang suara ketawa dalam ceri ta radio itu khas banget dan sekarang pun masih terngiang….back to future…..barang kali ada yang mau bantu saya….trims..
mp3 saur sepuh saya ada, satria madangkara…cuman belum sempet di upload..tunggu aja ya…
Pingback: (Saur Sepuh) Satria Madangkara bag.1 « BlogE wong kampung
Pingback: (Saur Sepuh) Satria Madangkara Bag.3 « BlogE wong kampung
Pingback: (Saur Sepuh) Satria Madangkara Bag.4-Tamat « BlogE wong kampung
mas punya donlodannya saur sepuh gak ya tapi bukan yg video jadi ori yg spt di radio2 itu,
yg itu bukan video kok…
lah ambil dari site gua ya ? terus di post disini huahahahaaah
ini gua mau ngepost lagi Pesanggrahan Kramat versi soundtracknya
bener itu yang elu ambil Satria Madangkara bukan Seriesnya bro
tapi Versi Soundtracknya alias Rangkuman heheeh
yang Series cuman Sale only hehehe ada tuh gua heheehe
bagi yang mau beli bisa kunjungi ke http://www.sanggarcerita.com
ato http://kotarominami.multiply.com
thanks
regard
cheung
lupa dapetnya dr mana…
oh ya yang mau tanya tanya bisa email di cheung_koh@yahoo.com
sampe lupa deh
mantap koleksinya…
Saur Sepuhnya di post-in lagi yg banyak donk…
mampir baca2
Saya punya koleksinya SS (filmnya)….Kalo mau kirim email aja ke saya “gadingumbaran@gmail.com” GRATIS
waduh jadi ingat masa remajaku yg begitu menggandrungi kisah ini ketika TV masih hanya ada satu.
aku maniak waktu itu terutama di radio malang yang selalu menyiarkan memutar sandiwara itu semalam suntuk 4-5 seri sekaigus walauagak kemresek tetp tuh radio aku dengerkan…bener-bener masuk ke dalam ingatan hingga sekarang,karena dulu belum ada Tv swata dan belum menjamurnya senetron
iya abetul itu, walaupun suaranya gemresek tapi tetap didenger….hehe
Mas… punya bukunya kah…
atau alamat untuk bisa nge-download bukunya (ebook)
Makasih…
wah baru denger tuh saur sepuh ada ebooknya…?
emang ada ya mas…?
salam
Pingback: (Saur Sepuh) Satria Madangkara bag.2 « BlogE Aku